BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ketentuan penting dalam penilaian yaitu bahwa akibatnya harus sesuai dengan keadaan yang dievaluasi. Mengevaluasi sanggup diumpamakan sebagai pekerjaan memotret. Gambar potret/ fhoto dikatakan baik apabila sesuai dengan hasilnya(bukan lebih baik dari aslinya). Sedangkan gambar pemotretan hasil penilaian tersebut dalam acara penilaian dikenal dengan data evaluasi. Data penilaian yang baik sesuai dengan kenyataan disebut data valid. Agar sanggup diperoleh data yang valid ,maka alat dan instrumennya juga harus valid. Dan kalau pernyataan tersebut dibalik , instrument penilaian dituntut untuk valid karna diinginkan sanggup diperoleh data yang valid, dengan kata lain instrumen penilaian dipersyaratkan valid biar hasil yang diperoleh dari acara penilaian valid.
B. Rumusan Masalah
1. apa pengertian validitas evaluasi?
2. apa saja macam-macam validitas evaluasi?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian validitas
Valid berdasarkan gronlund (1985) sanggup diartiakn sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari scor tes atau instrument evaluasi. Suatu instrumen penilaian dikatakan valid, menyerupai yang dietrangkan oleh Gay (1983) dn johnson and johnson 2002 apabila instrumen yang dipakai sanggup mengukur apa yang hendak diukur. Makara kalau tes tersebut yaitu tes pencapaian hasil berguru maka hasil tes tersebut apabila di interpestasi secara intesif, hasil yang dicapai mememng benar menunjukkan ranah penilaian pencapaian hasil penilaian belajar.
B. Macam-macam validitas evaluasi
Secara garis besar ada 2 macam validitas
1. Validitas logis
validitas logis mengandung kata “logis” berasal dari kata “logika” yang berarti penalaran. melaluiataubersamaini demikian validitas logis yaitu suatu instrumen penilaian yang menunjuk pada kondisi bagi dsebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi alasannya instrumen yang bersangkutan sudah dirancang dengan baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. melaluiataubersamaini demikian sanggup disimpulkan bahwa validitas logis tidak perlu diuji kondisinya tetapi eksklusif diperoleh sehabis instrumen tersebut selesai disusun. Sedangkan, untuk macam-macam validitas logis itu ada dua yang sanggup dicapai oleh instrumen yaitu:
1. Validiatas isi
Yang dimaksud validitas isi yaitu derajat dimana sebuah tes penilaian mengukur cakupan subtansi yang ingin diukur.valididitas isi ini mencakup beberapa aspekhal- hal yang berkaitan dengan apakah item – item penilaian menggambarkan pengukuran dalam cakupan yang ingin diukur.
2. Validitas konstruk
Validitas konstruk ialah derajat yang menawarkan suatu tes mengukur sebuah konstruk sementara. Secara devinitif, konstruk ialah suatu sifat yang tidak sanggup diobservsi tetapi kita sanggup mencicipi pengaruhnya mellui salah satu atau dua indra kita.
2. Validitas empiris
Istilah validitas empiris memuat kata “Empiris” yang artinya “Pengalaman”. Sebuah instrumen sanggup dikatakan mempunyai validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. sebagai referensi sehari-hari seseorang sanggup diakui jujur oleh masyarakat apabila dalam pengalaman sanggup dibuktikan bahwa orang tersebut jujur. Dari referensi diatas sanggup diketahui bahwa validitas empiris tidak sanggup diperoleh spesialuntuk dengan menyusun instrumen berdasarkan ketentuan menyerupai halnya validitas logis, akan tetapi harus dibuktikan melalui pengalaman. Ada dua macam validitas empiris, yakni ada dua cara yang sanggup dilakukan untuk menguji bahwa sebuah instrumen memng valid yaitu validitas da kini dan validitas ramalan atau predeksi.
Teknik mengetahui validitas Alat Ukur
Sebuah tes dikatakan mempunyai validitas kalau akibatnya sesuai dengan kriterium, dalam arti mempunyai kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Tehnik yang dipakai untuk mengetahui kesejajaran yaitu tehnik kolerasi prodak moment yang dikemukakan oleh Pearson.
Rumus kolerasi prodak moment ada 2 nmacam:
a. Kolerasi prodak moment dengan simpangan
Rumus:
Keterangan:
![]()
= Koefisien hubungan antara variable x dan variable y, dua variable yang dikorelasikan (x = x-x dan y = y-y)
= Jumlah perkalian x dan y
= Kuadrat dari x
= Kuadrat dari y
b. Kolerasi prodak moment dengan angka kasar
![]()
Keterangan
= Koefisien hubungan antara variable x dan variable y, dua variable yang di korelasikan.
1. Validitas Butir Soal atau Validitas Item
Pengertian umum validitas item yaitu sebuah item yang dikatakan valid apabila mempunyai pemberian yang besar terhadap skor total. melaluiataubersamaini kata lain sanggup dikemukakan bahwa sebuah item mempunyai validitas yang tinggi kalau skor pada item mempunyai kesejajaran dengan skor total. Sedangkan kesejajaran disini sanggup diartikan dengan kolerasi sehingga untuk mengetahui validitas item dipakai rumus kolerasi.
2. Validitas Vaktor
Validitas faktor yaitu butir- butir soal dalam faktor yang dikatakan valid apabila mempunyai pemberian yang besar terhadap soal- soal secara keseluruhan sebagai tanda bahwa butir- butir faktor tersebut mempunyai dukungn yang besar terhadap seluruh soal. Yakni apabila jumlah skor untuk butir- butir faktortersebut menawarkan kesejajaran dengan skor total.
C. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Validitas
1) Faktor yang berasal dari dalam tes
a. Arahan tes yang disusun dengan makna tidak terang sehingga sanggup menghipnotis tes
b. Kata- kata yang dipakai dalam struktur instrumen penilaian terlalu susah
c. Item- item dikonstruktif dengan jelek.
d. Tingat kkesusahan item tes tidak tepat dengan bahan pembelajaran yang diterima siswa/
e. Waktu yang dialokasikan tidak tepat.
f. Jumlah tes terlalu sedikit sehingga tidak mewakili sampel bahan pembelajaran.
2) Faktor yang berasal dri manajemen dan skor
a. Waktu pengerjaan tidak cukup
b. Adanya kecurangan dalam tes
c. Pemdiberian petunjuk dari pengawas tidak sanggup dilakukan pada tiruana siswa
d. Tekhnik pemdiberin skor yang tidak konsisten
e. Siswa tidak sanggup mengikuti instruksi yang didiberikan
f. Adanya orang lain yang masuk dan menjawaban item tesyang didiberikan.ss
3) Faktor yang berasal dari jawabanan siswa
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
@ Valid berdasarkan gronlund (1985) sanggup diartiakn sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari scor tes atau instrument evaluasi.
@ Macam- macam validitas evaluasi
· Validitas logis
· Validitas empiris
· Validitas butir soal
· Validitas faktor
B. Saran
Tak ada yang tepat di dunia ini. Maka tak terkecuali pemaparan yang ada dalam makalah ini dan selalu saya tunggu Koreksi dan masukan yang membangun dari para pembaca sekalian.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Olive, Ita, Qoy, Izzatun, Jannatin
Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan. Ciputat : Gaung Persada.
0 Komentar untuk "Validitas Evaluasi"