BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu nahwu sangat berperan penting dalam pembelajaran kitab. Terutama untuk mendalami suatu kitab. Kita harus faham betul bacaan-bacaan yang terkandung dalam kitab tersebut. Seperti pada pembahaan kali ini. Kita akan membuktikan tentang kalimat.
sepertiyang yang kita ketahui, kalimat ada 2, yakni: mu'rob dan mabni. Kedua macam kalimat tersebut harus kita fahami betul sebelum kita melangkah ke bab-bab selanjutnya. Adapun kalimat ialah potongan dasar dari ilmu nahwu. Sehingga kita harus benar-benar mengerti definisi serta macam-macam kalimat tersebut.
B. Rumusan Masalah
- Ada berapakah dukungan isim?
- Ada berapakah dukungan fi'il serta hukumnya?
- Ada berapakah dukungan I'rob beserta tanda-tandanya, baik orisinil maupun niyabi?
- Bagaimana I'robnya asmaus sittah?
- Apakah yang dimaksud dengan isim tasniyah dan jama' mudzakar salim?
- Apa perbedaan antara isim tasniyah dan jama' mudzakar salim dikala tingkah nasab dan jer?
- Berapakah dukungan isim mu'tal itu? Jelaskan dan diberi contoh!
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pembagian Isim
Isim dibagi menjadi dua yaitu mu'rob dan mabni.
Mu'rob ialah kalimat isim yang tidak serupa dengan kalimah huruf. Isim mu'rob dibagi menjadi dua, yaitu:
- Sohih ialah Kalimah isim yang tidak diakhiri dengan huruf ilat.
misal: اَرْضٌ
- Mu'tal ialah isim yang diakhiri dengan huruf ilat.
misal: سُمَا
Mabni ialah kalimah isim yang serupa dengan kalimah huruf dengan keserupaan yang kuat.
B. Pembagian Fi'il
Fi'il dibagi menjadi 3 yaitu: Madhi, Mudlorek dan amar.
Hukum fi'il madhi dan amar ialah mabni, sedangkan aturan fi'il mudlorek ialah mu'rob, kalau tidak bertemu dengan nun taukid mubasyaroh dan nun jama' inats.
Jika fi'il mudlorek bertemu dengan nun taukid mubasyaroh maka beliau dihukumi mabni fatah. misal:
نون توكيد ثقيلة : نحو هل تضربنّ
نون توكيد خفيفية : نحو هل تضربنْ
Dan apabila tidak bertemu pribadi dengan nun taukid mubasyaroh maka beliau dihukumi mu'rob. misal: هل تضربُنَّ
Apabila fi'il mudlorek bertemu dengan nun jama' inas maka dihukumi mabni sukun. misal: يرعن, يضربنَ
C. Pembagian I'rob
I'rob dibagi menjadi empat:
- Rofa'
Tanda-tandanya adalah:
a. Dommah نحو: جاء زيدٌ
b. Wawu نحو: جاء المسلمون
c. Alif نحو: الزّيدانِ
d. Nun نحو: يضربون
- Nasab
Tanda-tandanya adalah:
a. Fathah نحو: رأيت زيداً
b. Alif نحو: رايت اباك
c. Kasroh نحو: رأيت المسلمون
d. Ya' نحو: رأيت المسلمين
e. Hadfu nun نحو: لنْ يفعلاَ
- Alif
Tanda-tandanya adalah:
a. Kasroh نحو: مررت بزيد
b. Ya' نحو: مررت بالمسلمين
c. Fathah نحو: مررت بأحمد
- jazem
Tanda-tandanya adalah:
a. sukun نحو: لم سضربْ
b. Hadfu.
Hadfu dibagi menjadi 2, yakni
- Hadfu nun نحو: لم يضربو
- Hadfu harfi ilat نحو: لم بغزُ
D. I'rob Asmau Sitta
I'rob asmau sittah itu ada 3,yakni:
- Itmam (di I'robi dengan huruf yaitu dikala tingkah rofa' dengan wawu. Nasab dengan alif, dan jer dengan ya')
misal: جاء ابوك, رايت اباك, مررت بابيك
- Naqos (di I'robi dengan harokat)
misal: هذاهنُك, رايت هنَك, مررت الى هنِك
- Qosor (di I'robi dengan alif dan setiap keadaan)
misal: جاء اباً, رايت اباً, مررت باباً
E. Pengertian Isim Tasniyah Dan Jama' Muanas Salim
Isim tasniyah ialah isim yang menawarkan arti dua dan patut untuk disendirikan dengan dipisah oleh huruf atof. misal ibarat جاء زيدان boleh diucapkan جاء زيد زيد
Dan ditandai dengan nun dikala tingkah rafa' dan ditandai dengan ya' dan nun dikala tingka nasab dan jer. misal: جاء زيدان, رايت الزيدَينِ, مررت بزيدَينِ
Jamak mudzakar salim adalah isim yang menawarkan arti orang pria banyak dengan pemanis wawu dan nun dikala tingkah rofa', ya' dan nun dikala tingkah nasab dan jer. Itu dikala tingkah rafa' dialamati dengan wawu, sedangkan dikala tingkah nasab dan jer dialamati dengan ya'.
misal: جاء الزيدون, زايت الزيدين, مررت بالزيدين
F. Perbedaan Isim Tasniyah dan Jama' Mudzakar Salim Ketika Tingkah Nasab dan Jer
Isim tasniyah ketika tingkah rafa' dan jer nunnya diharokati dengan kasroh. misal: رايت الزيدينِ, مررت بالزيدينِ
Jama' mudzakar Salim ketika tingkah nasab dan jer nunnya diharokati fathah. misal: رايت الزيدينَ, مررت بالزيدينِ
G. Pembagian Isim Mu'tal
Isim mu'tal dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Mu'tal alif (maqsur) adalah isim yang diakhiri dengan alif lazimah dengan karakter sebelumnya dikharokati fathah dan I'robnya ditandai dengan harakat muqoddaroh. Baik dikala tingkah rafa' nasab maupun jer.
misal: جاء الفتىَ, رايت الفتىَ, مررت بالفتىَ
2. Mu'tal ya' (manqus) ialah isim yang diakhiri dengan ya' lazimah yang karakter sebelumnya diharokati rofak dan jer tandanya di kira-kirakan dan dikala nasab ditandai dengan fathah dhohiroh. misal: جاء المرتقىِ, رايت المرتقِى, مررت بالمرتقىِ
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Al-Jazri, Humaidi, 1985, Terjemah Ibnu Malik, Langitan: TB. El-Faqih
0 Komentar untuk "Ilmu Kalam (Nahwu)"