BABI
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Beberapa diantara Anda mungkin pernah membaca Komik Donal Bebek yang sangat populer itu. Dikisahkan Donal Bebek mempunyai seorang paman yang kaya sekali berjulukan Paman Gober. Paman Gober yakni angsa yang luar biasa kayanya sehingga ia bisa membangun sebuah gudang yang sangat besar yang bisa digunakannya untuk menyimpan tiruana tumpukan uangnya, baik uang kertas maupun uang logam.
Saking banyaknya uang yang ia miliki, tumpukan uangnya seringkali tampak mengpegunungan sehingga Paman Gober yang digambarkan sebagai orang yang rakus - seringkali berendam di antara tumpukan uangnya.
Tulisan kali ini tentu saja tidak akan mengulas ihwal Paman Gober dan tumpukan uangnya. Namun jikalau kita berbicara terkena bank, bisa dikatakan sebanyak itu juga mungkin uang yang dimiliki oleh bank daerah Anda menyimpan uang. Meski begitu Anda tak perlu khawatir bank menumpuk tiruana uangnya di dalam satu gudang ibarat Paman Gober itu.
Kebanyakan dari uang di bank itu yakni uang nasabah. Kalau bank menyimpan tiruana uang nasabah itu dalam satu tempat, berarti uang itu tidak produktif. Padahal, bank juga harus mencari pendapatan semoga bisa membayar bunga tabungan dan deposito yang Anda simpan pada mereka, kan? Itu sebabnya, bank kemudian "melemparkan" kembali sebagian besar uang masyarakat itu ke dalam bentuk pinjaman (kredit).
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana cara penyusunan kredit
b. Apa tujuan dalam menganalisis kredit
c. Bagaimana mekanisme dalam mempersembahkan suatu kredit kepada nasabah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penyusunan Rencana Kredit
Langkah yang perlu dilakukan dalam penyusunan rencana kredit (keuangan) yakni mendiagnosa kondisi keuangan langsung kita ketika ini. Yang perlu diperhatikan dalam mendiagnosa kondisi keuangan yakni besarnya total pendapatan, total pengeluaran, besarnya aset dan kewajiban pinjaman yang kita miliki.
Kredit yakni hal yang jamak dilakukan dan bekerjsama bukan hal yang perlu ditakuti. Utang pada hakikatnya yakni menambah daya beli kita dengan menarikdanunik pendapatan kita dimasa menhadir ke masa kini.
Yang perlu dicermati dalam kredit yakni jenis utang dan besarnya kewajiban cicilan yang harus kita tanggung. Kredit rumah dan kendaraan produktif terang ialah jenis utang yang masuk akal dan bisa ditoleransi, tetapi utang kartu kredit yakni jenis pinjaman yang mutlak harus dihindari. Tingkat bunga utang kartu kredit rata-rata mencapai 25-48 persen pertahun dan ini terang membebani likuiditas keuangan kita.
Mengingat besarnya tingkat bunga kartu kredit, maka penerapan kartu kredit harus diwaspadai sebatas demi kepraktisan dan kenyamanan saja dan bukan untuk meningkatkan daya beli kita dengan cara berpinjaman.
Dalam mengelola utang besarnya total kewajiban pembayaran cicilan utang kita dihentikan melebihi 30% dari total pendapatan kita. Bila kita sudah terjebak pada kondisi kewajiban membayar pinjaman yang melebihi ambang batas tersebut, maka retrukturisasi utang mutlak harus dilakukan dengan memprioritaskan pada utang-utang yang dimiliki bunga mendiagnosa kondisi keuangan.
B. Tujuan Analisis Kredit
Sebelum mempersembahkan suatu kredit, bank mempunyai banyak sekali analisis untuk memilih apakah layak atau tid ini aknya seseorang atau perusahaan mendapat kredit.
Berikut berapa analisis bank :
a. Bank melihat kepada siapa kredit didiberikan
b. Untuk tujuan apa kredit yang didiberikan
c. Melihat bisa tidaknya si peminjam kredit dalam membayar kredit
d. Berapa jumlah kredit limit yang didiberikan dengan memperhatikan resiko yang ada.
Ada beberapa prinsip analisis kredit yang sering dilakukan yaitu dengan analisis 5C dan analisis 7P. Kedua prinsip ini mempunyai persamaan yaitu, apa yang terkandung dalam 5C dirinci lebih lanjut dalam prinsip 7P, dan dalam prinsip 7P disamping lebih terinci juga jangkauan analisisnya lebih luas dari prinsip 5C.
Prinsip pemdiberian kredit dengan analisis 5C sebagai diberikut ;
a. Character
b. Capacity
c. Capital
d. Collateral
e. Condition of economy
Prinsip 7P kredit yakni sebagai diberikut ;
1. Personality
Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingka lakunya sehari-hari maupun masa lalunya
2. Party
Yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam penjabaran atau golongan-golongan tertentu menurut modal, loyalitas, serta karakternya sehingga nasabah sanggup di golongkan ke golongan tertentu dan akan mendapat kemudahan kredit yang tidak sama pula dari bank.
3. Perpose
Yaitu mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.
4. Prospect
Yaitu untuk menilai perjuangan nasabah di masa yang akan hadir apakah menguntungkan atau tidak dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.
5. Payment
Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang sudah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit yang diperolehnya.
6. Profitability
Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.
7. Protection
Tujuannya yakni bagaimana menjaga kredit yang di kucurkan oleh bank, tetapi melalui suatu perlindungan.
C. Pemdiberian kredit
Prosedur pemdiberian kredit oleh dunia perbankan secara umum oleh bank yang satu dengan bank yang lain tidak jauh tidak sama,yang menjadi perbedaan mungkin spesialuntuk persyaratan dan ukuran-ukuran evaluasi yang diputuskan oleh bank dengan pertimbangan masing-msing.
Secara umum akan dijelaskan mekanisme pemdiberian kredit oleh tubuh hokum sebagai diberikut;
1. Pengajuan proposal
2. penyelidikan berkas pinjaman
3. penilaian kelayakan kredit
4. wawan cara pertama
5. peninjauan ke lokasi
6. wawancara kedua
7. keputusan kredit
8. penanda tanganan janji kredit
9. realisasi kredit
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Tujuan menganalisis kredit :
1. Teknikkter
2. Capacity
3. Capital
4. Collateral
5. Condition of economy
Prinsip-prinsip 7 P dalam kredit :
1. Personality
2. Party
3. Perpose
4. Prospect
5. Payment
6. Profitability
7. Protection
- Saran
melaluiataubersamaini selesainya makalah ini, kami mengucapkan banyak terimah kasih kepada tiruana pihak yang turut andil dalam penulisan makalah ini, semoga makalh ini bermanfaa dan tak lupa kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu masukan dan Koreksi yang membangun selalu kami tunggu dan perhatikan.
0 Komentar untuk "Penyusunan Rencana Kredit"