Oleh : Usman, Mima, Syafi’
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Fenomena kehidupan beragama yang terjadi dalam masyarakat sering kali memunculkan aneka macam pertanyaan, diantaranya, mengapa insan mememluk suatu agama? Mengapa agama begitu lestari dan selalu dubutuhkan manusia? Bagaimana bisa menjadi contoh moral bagi segala tindakan manusia? Mengapa insan mengadakan uapacara ritual bersama? Mengapa agama bisa menjadi factor integrasi masyarakat? Dan apa sebabnya agama bisa melahirkan solidaritas yang berpengaruh diantara sesama penganut agama?
Beberapa pertanyaan tersebut diatas melahirkan aneka macam perjuangan insan untuk mengeahui jawabanannya. Jawabannya pun bermacam-macam sesuai dengan sudut pandang yang mereka gunakan. Bagi seorang sosiolog, pertanyaan tadi akan dijawabannya menurut hasil penelitian lapangan wacana masyarakat beragama. Yang tidak spesialuntuk didasarkan pada logika rasional, tetapi juga pada logika empiris.
Maka untuk menjawaban pertanyaan tersebut diatas sesuai dengan mata kuliah yang sedang dipelajari, dibutuhkan pemahaman terkena hakikat dan fungsi daripada sosiologi agama yang akan didiskusikan lebih lanjut dalam pembahasan makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah hakikat dan fungsi sosiologi agama?
C. Tujuan
melaluiataubersamaini memahami hakikat dan fungsi sosiologi agama mahasiswa bisa memahami fenomena kehidupan beragama yang terjadi dalam masyarakat dan memmenolong memecahkan perkara yang terjadi diantara umat beragama.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Dan Fungsi Sosiologi Agama
Sebagai suatu fakta sosial agama dipelajari oleh seseorang dengan memakai pendekatan ilmiah. Disiplin ilmu yang dipergunakan oleh sosiolog dalam mempelajari masyarakat beragama itu disebut sosiologi agama. Sosiologi agama ialah suatu cabang ilmu yang otonom, muncul setelah tamat kala ke-19. Pada dasarnya, ilmu ini sama dengan sosiologi umum yang membedakannya ialah objek materinya. Seorangn mahir psikologi agam diindonesia, Hendropuspito menyampaikan “Sosiolgi agama ialah suatu cabang dari sosiologi umum yang mempelajari masyarakat agama secara sosiologi, guna mencapai keterangan-keterangan ilmiah yang niscaya demi kepentingan masyarakat agama itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.
Sosiologi agama memusatkan perhatiannya terutama untuk memahami makna yang didiberikan oleh suatu masyarakat kepada system agamanya sendiri dan aneka macam relasi antara agama dengan struktur sosial lainnya, juga dengan aneka macam aspek budaya yang bukan agama ibarat magic, Ilmu pengetahuan, teknologi. Ketika mengkaji suatu agama, para peneliti biasanya terhalang oleh keberpihakan mereka kepada keyakinan agama yang mereka yakini. Oleh lantaran itu, para sosiolog agama akan berusaha menetralkan emosi mereka dikala mengkaji agama yang tidak sama dengan agama mereka sendiri.
Pada mahir sosiologi agama memandang agama sebagai suatu pengertian yang luas dan universal, dari sudut pandang sosial dan bukan dari sudut pandang individual. Pengkajiaannya bukan diarahkan kepada bagaimana cara seorang beragama, melainkan diarahkan kepada kehidupan agama secara kolektif terutama dipusatkan kepada fungsi agama dalam menyebarkan atau menghambat kelangsungan hidup dan pemeliharaan kelompok-kelompok masyarakat. Perhatiannya juga ditujukan pada agama sebagai salah satu aspek dari tingkah laris kelompok dan kepada peranan yang dimainkannya selama berabad-abad sampai sekarang.
Para mahir sosiologi agama setuju bahwa intensitas efek agama dalam kehidupan sosial masyarakat semakin usang semakin berkurang sejalan dengan menaiknya perkembangan kebudayaan masyarakat tersebut. Tetapi, berkurangnya efek tersebut buka pada dataran keberagaman individual melainkan pada dataran kehidupan beragama ser komunal.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas sanggup disimpulkan bahwa hakikat dari sosiologi agama ialah suatu kajian yang mempelajari masyarakat beragama dengan pendekatan ilmu sosial yang mamusatkan perhatiannya untuk memahami makna yang didiberikan oleh suatu masyarakat kepada system agamanya sendiri, dan aneka macam relasi antara agama dengan struktur sosial lainnya, juga dengan aneka macam aspek budaya yang bukan agamanya.
B. Saran
Dalam penulisan makalah ini tentu banyak belum sempurnanya disana sini, hal itu tidak lain dikarenakan keterbatasan pemakalah. Oleh lantaran itu, Koreksi dan masukan dari bapak dosen pengampuh dan kawan-kawan sangat diharapkan pemakalah untuk menghindari kesalahan dalam memahami suatu keilmuan.
DAFTAR PUSTAKA
Kahmad, Dadang. 2000. Sosiologi Agama. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
0 Komentar untuk "Hakikat Dan Fungsi Sosiologi Gama"