Oleh : Ari, Fiyah, Isro’, Insol
BAB I
PNDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Qur'an sebagai mu'jizat yang Maha Sempurna. Yang didiberikan kepada Rosul itu yakni sangat indah, syarat makna dan belakang layar didalamnya yang mana doloe selalu dibaca Nabi dan selalu diamalkan Nabi serta tak jarang menangis saat membacanya. Hal itu juga terjadi pada teman erat Umar yang berpengaruh pendiriannya, yang doloe sempat menentang nabi menjadi luluh lantaran mendengar bacaan Al-Qur'an dari adiknya yang selanjutnya mengantarkan pada keislamannya dan juga banyak lagi kejadian-kejadian yang menggetarkan hatisebab mendengar bacaan Al-Qur'an yang indah itu. Maka dari situ bias disimpulkan bahwa Al-Qur'an sanggup menggetarkan hati yang membacanya yang sudah terbuka mata hatinya, lantaran sudah memahami keindahan dalam kemu'jizatan Al-Qur'an.
Namun sekarang, dizaman yang sudah mulai agung ini Al-Qur'an mulai jauh dari esensi dan eksistensinya, Al-Qur'an dijadikan bacaan yang tidak memdiberi makna, tidak ada keharuman dan kebahagiaan saat membacanya. Oleh lantaran itu kita sebagai orang islam harus sanggup mengembalikan esensi dan keberadaan Al-Qur'an dengan menggalih dan mencari segala keindahan dan rahasia-rahasia yang terkandung didalamnya untuk diamalkan dalam kehidupan shari-hari dengan cara menafsirkan Al-Qur'an, tapi untuk mengethui keindahan-keindahan dan belakang layar Al-Qur'an itu tidak praktis lantaran perlu keterbukaan hati dan penjiwaan, dan untuk itu sanggup dilakukan dengan memakai Ilmu Balaghoh.
Oleh lantaran itu kiranya sangat diharapkan pembahasan Balaghoh dan aplikasinya dalam menafsirkan Al-Qur'an sehingga dibuatlah makalah sebagai kiprah kelompok dalam mata kuliah Ilmu Balaghoh-2 yang ialah aplikasi dari teori-teori Ilmu Balaghoh satu, dengan judul "Kajian Balaghoh dalam Penafsiran Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 40-45".
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja unsur-unsur balaghoh yang terkandung dalam surat Al-Baqoroh ayat 40-45?
2. Apa saja faedah-faedah yang terkandung dalam surat Al-Baqoroh ayat 40-45?
BAB II
PEMBAHASAN
ûÓÍ_t6»t @ÏäÂuó Î) (#rãä.ø$# zÓÉLyJ÷èÏR ûÓÉL©9$# àMôJyè÷Rr& ö/ä3øn=tæ (#qèù÷rr&ur üÏökyéÎ/ Å$ré& öNä.ÏôgyèÎ/ }»Î)ur Èbqç7ydö$$sù ÇÍÉÈ (#qãZÏB#uäur !$yJÎ/ àMø9tRr& $]%Ïd|ÁãB $yJÏj9 öNä3yètB wur (#þqçRqä3s? tA¨rr& ¤Ïù%x. ¾ÏmÎ/ ( wur (#rçtIô±n@ ÓÉL»t$t«Î/ $YYuKrO WxÎ=s% }»Î)ur Èbqà)¨?$$sù ÇÍÊÈ wur (#qÝ¡Î6ù=s? Yysø9$# È@ÏÜ»t7ø9$$Î/ (#qãKçGõ3s?ur ¨,ysø9$# öNçFRr&ur tbqçHs>÷ès? ÇÍËÈ (#qßJÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qãèx.ö$#ur yìtB tûüÏèÏ.º§9$# ÇÍÌÈ * tbrâßDù's?r& }¨$¨Y9$# ÎhÉ9ø9$$Î/ tböq|¡Ys?ur öNä3|¡àÿRr& öNçFRr&ur tbqè=÷Gs? |=»tGÅ3ø9$# 4 xsùr& tbqè=É)÷ès? ÇÍÍÈ (#qãZÏètFó$#ur Îö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 $pk¨XÎ)ur îouÎ7s3s9 wÎ) n?tã tûüÏèϱ»sø:$# ÇÍÎÈ
A. Unsur-Unsur Balaghoh Yang Terkandung Dalam Surat Al-Baqarah(40-45)
Ayat-ayat ini mengandung beberapa unsur balaghoh dan badi’ diantaranya:
- disandarkannya lafadz “Ni’mat” kepada Allah s.w.t yakni serupa ayat (نعمتى) itu mengatakan pada besarnya kadar nikmat, luasnya penyebaran nikmat, bagusnya peletakan nikmat, lantaran pengandaian ini memiliki faedah tasyrif (memuliyakan). Seperti Firmannya (بيت الله) dan (ناقة الله).
- (ولا تشتروا باياتي) lafadz الشراء disini termasuk isti’aroh ibarat yang dijelaskan sebelumnya pada lafadz (اولئك الذين اشتروا الضلالة بالهدى ).
Kaidah:
@ Isti’aroh yakni tasbih yang dimembuang salah satu thorofnya.
@ Dilihat dari segi Musyabahbinya, maka isti’aroh terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Isti’aroh Tasrihiyah, yaitu isti’aroh yang musyabbah Bihnya dijelaskan.
2. Isti’aroh Makniyah, yaitu isti’aroh yang Musabbah Bihnya dimembuang dengan tetapkan salah satu sifat khasnya.
- pengulangan lafadz حق dalam ayat (تلبسوا الحق ) dan ayat ( وتكتموا الحق) itu sangat menjelekkan sesuatu yang dilarang, lantaran didalam tasrih tidak memakai dhomir untuk penguatan, pengulangan ini dinamakan اطناب dan اطناب termasuk محسنات بديعية.
- ayat ( واركعوا مع الراكعين ) penyebutan keseluruhan dengan sebut sebagian yakni yang diinginkan lafadz صلوا مع المصلين => واركعوا مع الراكعين, disini memakai lafadz ruku’ dan yang dikehendaki yakni sholat, dalam duduk kasus ini disebut مجاز مرسل.
Kaidah:
Majaz Mursal yakni kata yang dipakai bukan pada maknanya yang orisinil lantaran adanya hubungan yang selain keserupaan serta adanya qorinah yang menghalangi pemahaman dengan maknanya yang asli.
- ayat ( واياي فرهبون ) dan ( واياي فاتقون ) dalam penggalan ayat ini menlampaukan dhomir yang berfaedah ikhtishosh.
- ayat ( اتأمرون ) yakni istifham yang dikeluarkan dari hakikatnya kepada makna توبيح (celaan) dan تقريع (teguran).
Kaidah:
Istifham yakni mencari pengetahuan wacana sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui.
- ayat (اتأمرون) menggunakan shighot mudhori’ yang bermakna madhi yang berfaedah tajaddud dan huduts dan mengambarkan wacana meninggalkan pekerjaan lantaran lalai. (وتنسون انفسكم) yakni mubalaghoh dalam meninggalkan, seolah-olah pekerjaan mereka tidak sedikitpun terbesit dalam hatinya. Dan hubungan dengan lafadz انفس yakni sebagai taukid untuk mubalaghoh dalam kelalaian yang sangat, sudah terperinci bahwa dalam ayat (وانتم تتلون الكتاب) mengandung jumlah tabkit (menciptakan nangis), teguran dan celaan atas kejelekan perbuatan mereka.
B. Beberapa Faedah Yang Terkandung Pada Ayat-Ayat Ini Adalah:
1. sebagian orang cendekia berkata: abidun ni’am (Bani Isra’il) banyak, abidul mun’im (umat Muhammad) sedikit. Maka Allah s.w.t untuk memperingati bani isra’il dengan memakai (اذكروا نعمتي) sehingga mereka mengetahui ni’mat yang didiberikan oleh Allah atau Dzat Pemdiberi ni’mat dan Allah ta’ala memperingati umat Muhammad memakai (فاذكرونى اذكركم) biar mereka tahu wacana Dzat Pemdiberi ni’mat (Allah).
2. sholat itu memiliki kriteria yang sangat tinggi bahkan apabila Rosulullah mengalami kesusahan dia eksklusif sholat sehingga Rosulullah bersabda kepada Bilal أرحنا بها يا بلال (enakkan saya dengan sholat wahai Bilal).
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
o Lafadz “نعمتى” ini memiliki faedah tasyrif (memuliyakan).
o Lafadz “الشراء” disini termasuk isti’aroh ibarat yang dijelaskan sebelumnya pada lafadz (اولئك الذين اشتروا الضلالة بالهدى ).
o Pengulangan lafadz حق dalam ayat (تلبسوا الحق ) dan ayat ( وتكتموا الحق) ini dinamakan اطناب dan اطناب termasuk محسنات بديعية.
o Ayat ( واركعوا مع الراكعين ) dalam duduk kasus ini disebut مجاز مرسل.
o Ayat ( واياي فرهبون ) dan ( واياي فاتقون ) dalam penggalan ayat ini menlampaukan dhomir yang berfaedah ikhtishosh.
o Ayat ( اتأمرون ) yakni istifham yang dikeluarkan dari hakikatnya kepada makna توبيح (celaan) dan تقريع (teguran).
o Ayat (وتنسون انفسكم) yakni mubalaghoh dalam meninggalkan, seolah-olah pekerjaan mereka tidak sedikitpun terbesit dalam hatinya. Dan hubungan dengan lafadz انفس yakni sebagai taukid untuk mubalaghoh dalam kelalaian yang sangat,
- Saran
Akhirnya, setelah mahasiswa membaca makalah ini dan menemukan banyak kesalahan dan kekeliruan, kami mohon masukan dan krittik dari teman erat mahasiswa demi kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Akhdhori, Imam. Terjemah Jauharatul Maknun. Surabaya: Al-Hidayah
M.Ali Asshobuni. 1996. shofwatut Tafassir, Tafsir Al-qur’anil Karim. Libanon: Darul Fikr
Usman, Musthofa dan Ali Al-Jarim. 2005. terjemah Al-Balaghotul Wadhihah. Bandung: Sinar Baru Agensido Offset.
0 Komentar untuk "Unsur Balaghoh Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 40-45"