Histats

Pembinaan Profesi Guru

Oleh : A’yun, Iim, Mpok

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembinaan profesi guru ialah perkara kompleks yang akhir-akhir ini tidak pernah henti-hentinya didiskusikan, terutama dalam kaitannya dengan sertifikasi guru. Diantara program-program pembinaan profesi secara terstruktur yang sanggup mendorong terjadinya peningkatan profesionalisme guru yaitu pre-service, in-service, dan on-service teacher pelatihan program.

Semakin banyak model pembelajaran yang diamati melalui jadwal terstruktur ini, semakin baik pula para guru memahami potensi yang terkandung dalam banyak sekali model pembelajaran beserta implementasinya di dalam kelas. Dalam aktivitas on-service lesson study ini sanggup meningkatkan profesionalisme guru.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengertian pembinaan profesi guru?

2. Bagaimana upaya peningkatan profesi guru?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pembinaan Profesi Guru

Menurut engkaus besar Bahasa Indonesia, pembinaan yaitu proses, perbuatan, cara membina, tindakan dan aktivitas yang dilakukan secara budaya guna dan berhsil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik.

Menurut Kartadinatap profesi guru yaitu orang yang mempunyai riwayat pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melakukan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu, dan kemampuan tersebut tidak dimiliki oleh masyarakat masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan.

Makagiansar menyampaikan profesi guru adalah orang yang mempunyai riwayat pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melakukan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu.

Nasanius, Y. menyampaikan profesi guru yaitu kemampuan yang tidak dimiliki oleh masyarakat masyarakat pada umumnya yang tidak pernah mengikuti pendidikan keguruan. Ada beberapa kiprah yang sanggup dilakukan guru sebagai tenaga pendidik, antara lain: (a) sebagai pekerja profesional dengan fungsi mengajar, membimbing dan melatih (b) pekerja kemanusiaan dengan fungsi sanggup merealisasikan seluruh kemampuan kemanusiaan yang dimiliki, (c) sebagai petugas kemashlahatan dengan fungsi mengajar dan mendidik masyarakat untuk menjadi masyarakat negara yang baik.

Galbreath menyampaikan bahwa profesi guru yaitu orang yang bekerja atas panggilan hati nurani. Dalam melakukan kiprah dedikasi pada masyarakat hendaknya didasari atas dorongan atau panggilan hati nurani. Sehingga guru akan merasa bahagia dalam melakukan kiprah berat mencerdaskan anak didik.

Dari pengertian di atas sanggup disimpulkan bahwa pengertian pembinaan profesi guru yaitu tindakan dan aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik guna mempunyai riwayat pendidikan keguruan yang memadai dalam melakukan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu.

2.2. Upaya Peningkatan Profesi Guru

Profesionalisasi berafiliasi dengan profil guru, walaupun protet guru yang ideal memang susah didapat namun kita boleh mengira profilnya. Guru idaman ialah produk dari keseimbangan antara penguasaan aspek keguruan dan disiplinilmu (dalam Mimbar Pendidikan IKIP Bandung, No. 3/ September 1987:87).

Keduanya tidak perlu fiperperihalkn melainkan bagaimana guru tertempa kepribadiannya dan terasah aspek penguasaan materinya. Kepribadian guru yang utuh dan berkarakter sangat penting sebab dari sinilah muncul tanggung tanggapan profesional sekaligus menjadi inti kekutan professional dan kesiapan untuk selalu membuatkan diri. Tugas guru yaitu potensi akseptor didik dan mengajarnya supaya belajar. Guru mempersembahkan peluang biar potensi itu ditemukan dan dikembangkan. Kejelian itulah yang ialah ciri kepribadian profesional.

Sehubungan hal di atas, maka upaya peningkatan profesi guru sekurang-kurangnya menghadapi dan memperhitungkan empat faktor, yaitu:

1) Ketersediaan dan Mutu Calon Guru

Secara jujur kita akui pada masa kemudian (dan masa kini) profesi guru kurang mempersembahkan rasa besar hati diri. Bahkan ada guru yang aib disebut sebagai guru. Rasa inferior terhadap potensi lain masih menempel di hati banyak guru.

Kurangnya rasa besar hati itu akan mempengaruhi motivasi kerja dan gambaran masyarakat terhadap profesi guru. Banyak guru yang secara sadar atau tidak sadar mempromosikan keminderannya kepada masyarakat.

Seorang guru harus mempunyai keyakinan dengan sepenuh hati dalam menjalankan tugasnya. Mutu seorang guru juga harus diperhatikan biar nantinya menghasilkan generasi yang membanggakan.

2) Pendidikn pra- Jabatan

Pendidikan pra jabatan bertujuan:

a. untuk meyakinkan kemampuan profesional pertama. Saenteng calon akseptor pendidikan pra jabatan perlu dilakukan secara efektif, baik dari segi kemampuan potensial, aspek-aspek kepribadian yang relevan, maupun motivasinya.

b. Pendidikan pra-jabatan harus benar-benar secara sistematis menyiapkan calon guru untuk menguasai kemampuan profesional.

3) Mekanisme Pembinaan dalam Jabatan

Ada tiga upaya dalam penyelenggaran pelbagai aspek dan tahap penanganan pembinaan dalam jabatan profesional guru. Ketiga upaya itu yaitu sebagai diberikut:

a. mekanisme dan mekanisme penghargaan aspek layanan mahir keguruan perlu dikembangkan.

b. Sistem penilikan di jenjang SD dan juga sistem kepengawasan di jenjang SLTA yang berlaku kini terperinci memerlukan penyesuaian-penyesuaian mendasar.

c. Keterbukaan isu dan peluang untuk meraih kualifikasi formal yang lebih tinggi, katakanlah S1, S2 dan bahkan S3.

4) Peranan Organisasi Profesi

Pengawasan mutu layanan suatu biang profesional dilakukan oleh kelompok mahir yang dipandu oleh nilai-nilai profesi yang sejati, yaitu dedikasi keahlian bagi kemaslahatan orang banyak. Penanganan yang sempurna terhadap tiruana aspek dan tahap sistem pengadaan guru, yaitu perekrutan, pendidikan pra-jabatan, pengangkatan-pengangkatan dan pembinaan dalam jabatan .

BAB III

PENUTUP

3.1 Simpulan

a) Menurut engkaus besar Bahasa Indonesia, pembinaan yaitu proses, perbuatan, cara membina, tindakan dan aktivitas yang dilakukan secara budaya guna dan berhsil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Makagiansar menyampaikan profesi guru adalah orang yang mempunyai riwayat pendidikan keguruan yang memadai, keahlian guru dalam melakukan tugas-tugas kependidikan diperoleh setelah menempuh pendidikan keguruan tertentu

b) Upaya peningkatan profesi guru sekurang-kurangnya menghadapi dan memperhitungkan empat faktor, yaitu:

o Ketersediaan dan Mutu Calon Guru

o Pendidikn pra- Jabatan

o Mekanisme Pembinaan dalam Jabatan

o Peranan Organisasi Profesi

3.2 Saran

Dari pemaparan diatas, kita ketahui bahwa pembinaan profesi guru sangatlah penting sebab guru ialah kunci keberhasilan sebuah forum pendidikan. Baik buruknya sikap dan cara mengajar guru akan sangat mempengaruhi gambaran forum pendidikan. Oleh sebab itu, perlu diadakan pembinaan profesi guru.

DAFTAR PUSTAKA

Nurdin, syafruddin. 2005. Guru Proffesional dan Implementasi Kurikulum. Ciputat: QUANTUM TEACHING.

Alma, buchari. 2009. Guru Proffesional. Bandung: Alfabeta.

Hamalik, oemar. 2009. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Tag : lainnya
0 Komentar untuk "Pembinaan Profesi Guru"

Back To Top