Histats

Devinisi Ijaz Hadzaf

PEMBAHASAN

A. Devinisi Ijaz Hadzaf

Ijaz hadzaf ialah ijaz dengan cara memmembuang bab dari pernyataan dengan tetap tidak mengurangi makna yang dimaksudkan. Selain itu pula dengan terdapat qarinah yang menawarkan perkataan yang dimembuang. Apabila tidak ada qarinah yang menawarkan pemmembuangan bab dalam pernyataan tersebut, maka hal itu ialah suatu haldapat merusak pernyataan tersebut dan tidak sanggup dibenarkan.

B. Macam-Macam Ijaz Hadzaf

Ungkapan yang dimembuang dalam kalimat ijaz sanggup bermacam-macam, antara lain :

1. Huruf, menyerupai firman Allah dalam surat Maryam ayat 20 :

و لم أك بغيا

Artinya : “Dan saya bukan (pula) seorang pezina” (QS.Maryam:20)

Pada ungkapan ayat di atas tepatnya pada kata أك ada abjad yang dimembuang yaitu ن , yang aslinya ولم أكن

2. Kata isim yang berfungsi sebagai mudhof, menyerupai firman Allah SWT :

و جهدوا في الله حق جهاده

Artinya : “Dan berjihadlah engkau pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.”(QS.Al-Hajj:78)

Pada ayat di atas terdapat kata yang dimembuang, yaitu kata سبيل yang terdapat pada ungkapan في سبيل الله . Kata yang di membuang pada ayat tersebut berfungsi sebagai mudhof.

3. Kata isim berfungsi sebagai mudhof ‘ilaih, menyerupai firman Allah SWT :

و واعدنا موسى ثلاثين ليلة و اتممناها بعشر

Artinya : “Dan sudah Kami janjikan kepada Musa (mempersembahkan taurat) setelah silam waktu tiga puluh malam,dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (mlam lagi).”(QS.Al-A’raf:142)

Pada ayat di atas terdapat kata yang dimembuang yaitu pada ungkapan بعشر ليال. Pada ungkapan tersebut kata yang di membuang ialah ليال . Kata tersebut berfungsi sebagai mudhof ‘ilaih.

4. Kata isim yang berfungsi sebagai maushuf, menyerupai terdapat dalam firman Allah SWT :

إلا من تاب و عمل سالحا

Artinya : “Kecuali orang yang bertaubat, diberiman dan bersedekah dengan amal yang salih.”(QS.Maryam:60)

Kata yang di membuang terdapat pada ungkapan و عمل صلحا . Kata yang dimembuang ialah عملا sehingga kalimat lengkap pada ayat tersebut ialah عملا صالحا و عمل . Kata عملا pada ayat di atas berfungsi sebagai.

5. Kata isim yang berfungsi sebagai sifat, menyerupai firman Allah SWT :

فزادتهم رجسا إلي رجسهم

Artinya : “Maka dengan surah itu bertambah kekafiran mereka di samping kekafirannya (yang sudah ada).” (QS.At-Taubah:125).

Kata yang dimembuang pada ayat di atas adalahمضافا , sehingga lengkapnya ialah مضافا إلي رجسهم

6. Adat syarat, menyerupai firman Allah :

إتبعوانى يحببكم الله

Artinya : ”Ikutilah Aku, (bila engkau mengikuti aku), pasti Allah mencintai engkau.”(QS.Ali Imran:31)

Pada ayat di atas kata yang dimembuang ialah إن, sehingga lengkapnya ialah فإن تتبعون

7. Frase jawaban syarat, menyerupai firman Allah SWT :

ولو تري إذ وقفوا علي النار

Artinya : “Dan kalau engkau (Muhammad) melihat saat mereka dihadapkan ke neraka, (tentulah engkau melihat suatu insiden yang mengharukan.”(QS.Al-A’raf:27)

Pada ayat di atas ungkapan yang dimembuang ialah لرأيت امر فظيعا yang berfungsi sebagai tanggapan syarat.

8. Kata sebagai musnad, menyerupai firman Allah SWT :

و لئن سألتهممن خلق السماوات والارض ليقولن الله

Artinya : “Dan bahwasanya kalau engkau tanyakan kepada mereka :”siapakah yang membuat langit dan bumi ?” tentu mereka akan menjawaban: (yang menciptakannya) Allah.”

Pada ayat di atas lafal yang dimembuang ialah خلقهن الله . Ungkapan خلقهن ialah musnad dan lafadz الله menjadi musnad ‘ilaih.

9. Berupa lafadz yang bersandar, menyerupai firman Allah :

لا يسأل عما يفعل و هم يسئلون

Artinya : “Dia tidak ditanya wacana aapa yang diperbuat-Nya,dan merekalah akan ditanyai (perihal apa yang mereka perbuat).”(QS.Al-Anbiya’:23)

Lafadz yang dimembuang pada ayat di atas ialah عما يفعلون

10. Lafadz yang dimembuang berupa jumlah, menyerupai firman Allah SWT :

كان الناس أمة واحدة فبعث الله النبيين

Artinya : “Manusia itu ialah umat yang satu, (sesudah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi.”(QS.Al-Baqarah:213)

Lafadz yang dimembuang diperkirakan فاختلفوا فبعث

11. Lafadz yang dimembuang berupa beberapa jumlah, Seperti firman Allah :

فأرسلون يوسف أيها الصديق

Artinya : ”Maka utuslah saya (kepadanya). (sesudah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, beliau berseru) :Yusuf, hai orang yang amat terpercaya.”(QS.Yusuf:45)

Pada ayat di atas terdapat beberapa jumlah yang di membuang yaitu

فأرسلوني الي يوسف لأستعبره الرؤيا فأرسلوه فأتاه و قال له يا يوسف

C. Tujuan dan Keadaan Ijaz

Dalam praktek berbahasa, kalam ijaz mempunyai tujuan sebagai diberikut :

1) Untuk meringkas

2) Untuk megampangkan hafalan

3) Mendekatkan pada pemahaman

4) Sempitnya konteks kalimat

5) Menyamarkan suatu hal terhadap selain pendengar

6) Menghilangkan perasaan bosan dan jenuh

7) Memperoleh makna yang banyak dengan lafadz yang sedikit

Suatu ungkapan akan dinilai baik kalau memenuhi syarat-syarat tertentu, menyerupai benarsecara struktural, tepat dalam pemilihan diksi, dan ungkapan tersebut diucapkan pada kondisi yang tepat.

Kalam ijaz dianggap tepat kalau diucapkan pada tempat-tempat sebagai diberikut :

1) Dalam keadaan mohon belas kasihan

2) Mengadukan keadaan

3) Permohonan ampun

4) Bela sungkawa

5) Mencerca sesuatu

6) Mencela

7) Janji dan ancaman

8) Surat-surat penarikan pajak

9) Surat-surat para raja kepada para penguasa pada waktu perang

10) Perintah-perintah dan larangan-larangan kerajaan

11) Mensyukuri nikmat

PENUTUP

A. Kesimpulan

Ijaz hadzaf ialah memmembuang sebagian kata/kalimat padasuatu ungkapan. Hal ini dilakukan untuk mendapat keringkasan kata dan kekayaan makna. Ijaz hadzaf banyak ditemukan di dalam Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an mempunyai nilai sastra yang begitu tinggi dan tidak ada seorangpun yng sanggup menandinginya.

B. Saran

Demikianlah makalah ilmu balaghah yang khusus mengulas ijaz hadzaf yang sanggup kami sampaikan. Memang banyak terdapat belum sempurnanya disana-sini dikarenakan kterbatasan rung dan waktu. Sehingga masukan, Koreksi dan masukan dari bapak Dosen Pengampu dan kawan-teamn sekalian sangatlah kami harapkan demi kemajuan dan kebaikan kami dalam mengerjakan tugas-tugas selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Al-Jarim Dan Musthofa Usman. 2006. Balaghotul Wadhihah. Bandung : Sinar Baru Algensindo.=

Tag : lainnya
0 Komentar untuk "Devinisi Ijaz Hadzaf"

Back To Top