Histats

Optimalisasi Ocd Di Bulan Ramadhan (Puasa Ibadah)

Hei, hei, OCDvers!. Bagi OCDvers bulan rahmat (Ramadhan) akan menjadi ‘ancaman’ acara diet OCD akan gagal. Soalnya kan ada yang 8-6-4 jam bahkan 24 jam. Waduh, gimana nih, begitu kata mereka. Jangan kuatir, saya punya tips bagaimana tetap menjaga contoh makan OCD dalam bulan rahmat Ramadhan.

Aku juga Muslim kok. Aku tidak ada niat untuk mengabaikan urgensi puasa wajib kita ini. Aku Cuma mencoba mempersembahkan tips dimana OCD dan puasa Ramadhan tetap berjalan. Kalau engkau mencoba mengkontra saya dengan opini: “kan lebih baik puasa Ramadhan sanggup pahala daripada OCD”. Kalau kataku sih, “get out of my way!”. Ini mirip bicara skripsi, ada Ruang Lingkupnya. Kalau engkau mau cari pahala, ya sudah kan, semenjak pertama engkau ga pakai OCD. Gitu kok repot. Maksudku, berhentilah jadi pribadi yang suka mendebat ya. Okay?

Menelusuri Makna OCD (Metode Makan melaluiataubersamaini Puasa Berkala)
1.              Skip Sarapan alias SKIP SAHUR!!
a.   Sahur Berbekal Minum Air Tanpa Kalori
Ini ialah ciri utama OCD dan metode fasting lainnya. Bedanya, kalau dalam ibadah puasa biasanya kita sahur. Kita siapkan makan (di malam hari sebelum pulas) untuk ‘membekalkan’ diri dengan masakan yang cukup, biar kita punya energi ketika kerja. Padahal sama mirip sarapan konvensional pada umumnya, kita selalu mengantuk kan? Ya selain kurang jam pulas (mungkin faktor semangat ibadah) tapi juga lantaran perut penuh. Perut penuh akan merangsang rasa malas dan kantuk.

Well, kita bisa mengakalinya. Ya skip sarapan alias SKIP SAHUR!! WHAT THE HELL?! Tunggu doloe. Sahur tidak harus makan berat lo. Berikut hadist yang shahih sebagai pertimbangan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Makan sahur ialah barakah. Maka tidakbolehlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian spesialuntuk minum seteguk air. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami’ish Shaghir, 1/686 no. 3683)

Artinya, spesialuntuk dengan berbekal minum air saja (tanpa kalori dan ini OCD!!!) sudah mensahkan ibadah pausa Ramadhan kita. Pada dasarnya Nabi pun sama mirip kita (manusia biasa), dia memdiberi proposal apa yang terbaik. Dalam hal ini konteks cara makan. Hadist tersebut menyampaikan sahur itu tidak menjadi duduk kasus dengan berbekal minum air saja. Secara ilmu, badan kita akan bisa bertahan dalam satu hari tanpa masakan selama ada asupan air yang mencukupi. Benar, kan? Lha, sahur (dengan makan berat) ialah energi perhiasan untuk aktivitas...misal bagi mereka yang beraktivitas fisik ckup berat.

Jadi, bisa kan sahur cuma berbekal minum air saja?! Bisa! Minum yang cukup banyak biar badan kita terhidrasi secara tepat untuk satu hari penuh (sampai berbuka).


Pasti ada yang kontra saya nih. “Waa, gimana sih Made ini, ngajari gak bener. Katanya Muslim.” Okay, bisa saya jawaban. Aku yakin, salah satu dari kalian pernah TETAP puasa Ramadhan meski lupa sahur (makan dan minum) dan cuma modal niat belaka, kan? Kenapa kalian berpikir begitu? Karena kalian pikir, ibadah puasa ‘yang penting niatnya gimana’, iya kan? Nah....kalau dengan niat saja kalian bisa menjalani puasa Ramadhan tanpa sahur (makan dan minum) BISA, MAKA sahur dengan berbekal air pun KALIAN PASTI BISA! Maksudku, kalian kira manis apa puasa Ramadhan dengan modal niat doang? Gak cukup! Ibadah butuh ilmu dan bekal (dalam hal ini puasa). Kalau kalian bisa puasa Ramadhan tanpa sahur (makan dan minum) itu sudah menyerupai kalian diberibadah tapi menzalimi diri sendiri. Tubuh tetap butuh air (minum)!!! Titik.

b.   Sahur Berbekal Sayur dan Lauk (Protein)
Ini bagi mereka yang ingin tetap OCD tapi tetap sahur (makan). Bagi mereka yang agak ‘ngeri’ kalau sahur cuma berbekal minum belaka. Tapi sahurnya di-setting sedemikian rupa biar sistem OCD tetap berlangsung. Tekniknya?

Mari kita lihat contoh perlakuan badan terhadap makanan. Sayur dan lauk (protein) ialah sumber masakan yang kaya nutrisi tapi TIDAK mengakibatkan efek peningkatkan gula darah tapi tetap memperabukan kalori tubuh. Sebutannya Food Thermal Effect (FTE) yakni energi untuk mencerna makanan. Tubuh kita tidak akan memakai lemak badan jikalau di dalam badan ada asupan karbohidrat. Artinya, jikalau badan tidak mendapatkan asupan karbohidrat (saat sahur) dan diganti dengan sayur dan lauk (protein) maka badan akan tetap dalam kondisi memperabukan lemak. Kalorinya pun relatif rendah dari sayur, ada karbohidrat tapi rendah dan berserat, serta lauk yang kaya protein akan mengakibatkan efek kenyang. Maksudku, JANGAN MAKAN nasi, jagung, oatmeal, kentang, roti, donat, atau apalah yang berbau sumber karbohidrat utama...!!

INI opsi bagi mereka yang ingin tetap menjalankan sahur tapi konsep OCDnya (membakar lemak optimal) tetap berjalan. Misalnya nih sajian sahurnya, 1 – 2 mangkuk bayam plus 2 telur plus 2 potong ayam. Thats it! Beres sudah sahurmu.

c.    4 Jam Jendela Makan!
Istilah populernya dalam konsep OCD adanya Jendela Makan, kan ya? Nah, intinya dalam puasa kita (Muslim) termasuk Ramadhan, ya ada jendela makannya juga. Cuma, kita ga pernah mikir jendela makan. Kita juga ga peduli apa yang kita makan pada jendela makan yang ada. Biasanya nih, kita kalap kalau buka puasa tiba, bener gak?!! (Hayooooo).

Kalau menurutku, mari kita lihat contoh hari Ramadhan kita. Kita buka jam 18.00 kan (asumsi) dan kita sudah harus pulas jam 22.00, biar paling tidak bisa shalat Tahajud dan berdiri sahur. Artinya apa? Ya batasi dan ambil Jendela Makan OCDmu sebanyak 4 jam saja di bulan rahmat Ramadhan!! Cukup untukmu. Makan sesuai kalori kebutuhan dan tujuan fitnessmu di sini sebagaimana konsep OCD pada umumnya om Deddy ajarkan. Beres, kan?!

Khusus bulan ini, kita tidak bisa menerapkan puasa 24 jam. Sayang sekali. Tapi tidak masalah, tidak akan mengurangi banyak efesiensi OCD bagi kita kok.




d.   OCDvers Exercise di Bulan Ramadhan (Break The Fast)!!
Meski puasa, kita dilarang skip tes. Latihan rutin wajib! Latihan intensitas tinggi wajib! Jaga tes selama puasa. Puasa bukan halangan untuk tidak tes.

Kenapa kok saya tidak menyarankan tes di ketika sebelum puasa? Bukan lantaran tenaganya, tapi lebih kepada asupan air dalam tubuh. Sepanjang puasa badan kita belum sempurnanya air dari keringat, membuang air, dan bernafas. Apabila kita sertai dengan tes sebelum berbuka, bisa jadi terjadi dehidrasi. Ini alasannya mengapa saya tidak sepakat. Lalu bagaimana?

Lakukanlah tes setelah berbuka! Tapi kan perutnya kenyang? Hadoohhh, ya berbukalah dengan yang manis-manis. Siapa suruh berbuka dengan makan gorengan? Inti berbuka puasa ialah mengkonsumsi apa saja yang manis, tidak harus kurma. Misal, berbuka dengan buah semangka, apel, atau minum teh manis pun sudah hitungan berbuka yang layak. Dan......apa yang dikonsumsi itu (manis) bisa menjadi energi buat tes, kan?! Artinya, siapkan buengkau dengan sajian sederhana (buah semangka misalnya) dan 20 menit kemudian bersiaplah dengan sesi tes mirip biasanya selama 60 menit. Sesudah tes, konsumsi makan besarmu. Beres, kan?!

Kalau saya pribadi, sajian berbuka yang cocok dan sebagai energi untuk tes (sesudah shalat maghrib tentunya) ialah buah dengan kadar gula yang cepat serap, seperti: pisang, pepaya, semangka, apel, dkk. Tapi dari saya pribadi....bisa kan dengan 1 sachet susu Milo dan 1 scoop whey protein? Yups. Gampang, kok.

Hmmm....aku rasa itu cukup memmenolong. Semoga bisa memdiberi citra bagi OCDvers selama bulan rahmat Ramadhan ke depan yak....




Tag : lainnya
0 Komentar untuk "Optimalisasi Ocd Di Bulan Ramadhan (Puasa Ibadah)"

Back To Top